Langsung ke konten utama
CARI TAU PENYAKIT ANDA DAN OBATI DENGAN CARA INI OLEH DIRI ANDA SENDIRI

*Akan lebih mudah dengan latihan & praktek spiritualitas/Agama..., Sholat yg Khusu' & Ikhlas..., Dzikir & Baca Qur'an..., akan memudahkan & membiasakan Pengendalian Diri & Emosi...*


1. #Maag

Bukan hanya diakibatkan karena kesalahan pola makan yg tidak teratur, Akan tetapi justru lebih didominasi karena "stress" coba untuk lebih Fress dan memerdekan Diri.

2. #Hypertensi

Bukan hanya diakibatkan oleh terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang asin, Daging tapi lebih dominan karena kesalahan dalam memanage "emosi" Jadi Coba dengan cara mengatur Emosi Dan Rasa.

3. #Kolesterol

Bukan hanya diakibatkan oleh makanan berlemak, tapi rasa "malas berlebih" yang lebih dominan menimbulkan lemak, Jadi coba perbanyak Gerak Dan Tingkatkan semangat hingga Seluruh organ dapat bergerak.

4. #Asthma

Bukan hanya karena terganggunya suplai oksigen ke paru-paru, akan tetapi  Dikarenakan sering merasa "sedih" yang membuat kerja paru-paru tidak stabil, Jadi Coba Terus Membuat suasana Hati riang dan Refresing

5. #Diabetes 

Bukan hanya karena terlalu banyak konsumsi glucousa, yang manis manis,  tapi Bisa saja sikap "egois dan keras kepala" yang mengganggu fungsi pankreas, Coba Ikhlas Dan Rela Dalam segala Hal.

6. #Penyakit liver

Bukan hanya karena kesalahan pola tidur, tapi sifat "ngrasani" orang lain yang justru merusak hati kita, Coba Untuk Membuat hati kita tenang Dan Damai.

7. #Jantung koroner

Bukan hanya diakibatkan oleh sumbatan pada aliran darah ke jantung, tapi kita jarang sedekah atau memberi yg membuat jantung kita kurang merasakan ketenangan, sehingga detaknya tidak stabil

Presentase Indikator penyebab munculnya penyakit adalah karena masalah :

#Spiritual 50%
#Psikis.    25%
#Sosial.    15%
#Fisik.       10%

Jadi kalau kita ingin selalu sehat, perbaiki :

#Diri kita
#Pikiran kita
terutama hati kita dari segala jenis penyakit.

Hati-hati 

#Hindari :
Dari Rasa iri, dengki, pendendam, fitnah, benci, amarah terpendam, sombong, pelit, egois, keras kepala, sedih, malas, dan lainnya, karena itu sumber penyakit.

#SARAN Perbanyaklah Doa dan jadilah orang yang mudah memaafkan, Lembutkan hati dan ikhlaskan yang sudah terjadi, Banyak Banyak bersyukur dan nikmati kebahagiaan sekecil apapun Jalin persaudaraan yang mengajak dan selalu mengingatkan dalam kebaikan Serap ilmu dari arah mana saja Dari kawan maupun lawan.


*Selalu mengingat Kebesaran Allah..., pahami Sifat2 Allah..., shg selalu merasa diDampingi Allah..., selalu ada tempat berdialog, mengadu & memohon..., sehingga hati akan selalu tenang & bahagia*


*SILAKAN DICOBA DAN RASAKAN PERUBAHANNYA, BELAJAR MENGOBATI DIRI SENDIRI*


-----SEMOGA BERMANFAAT-----

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Zaman Perayaan Kebodohan

Zaman Perayaan Kebodohan Di zaman serba cepat ini, kebodohan bukan lagi musuh. Ia justru dirayakan, dibagikan, bahkan dijadikan identitas. Dalam The Death of Expertise, Tom Nichols mencatat fenomena meningkatnya kepercayaan diri publik dalam isu-isu kompleks yang sebenarnya mereka tidak pahami. Menurutnya, kebodohan kini tidak lagi disembunyikan, tapi diklaim sebagai bentuk “kebebasan berpikir”. Sedangkan Neil Postman dalam Amusing Ourselves to Death menyebut bagaimana hiburan telah merusak kedalaman berpikir publik. Bauerlein menambahkan, anak muda lebih memilih scrolling dibanding membaca buku, walau akses terhadap ilmu sudah terbuka lebar. Di dunia digital saat ini, kita terbiasa melihat seseorang bicara panjang soal sains, ekonomi, bahkan filsafat, padahal baru saja menonton video berdurasi 30 detik. Komentar-komentar yang yakin tapi kosong memenuhi kolom diskusi. Tidak ada proses berpikir, hanya pengulangan tren. Anehnya, ini tidak dianggap masalah. Malah sering dipuji: “Setidakny...

Belajar dari Sahabat Abu Dzar Al-Ghifari

Belajar dari Sahabat Abu Dzar Al-Ghifari IA   datang ke Makkah sambil terhuyung-huyung, namun sinar matanya bersinar bahagia. Ia memasuki kota dengan menyamar seolah-olah hendak melakukan  thawaf  mengelilingi berhala-berhala di sekitar Ka’bah, atau seolah-olah musafir yang sesat dalam perjalanan, yang memerlukan istirahat dan menambah perbekalan. Padahal seandainya orang-orang Makkah tahu bahwa kedatangannya itu untuk menjumpai Nabi Muhammad  Shalallahu ‘Alaihi Wassallam  dan mendengarkan keterangan beliau, pastilah mereka akan membunuhnya. Samar-samar  ia memperoleh petunjuk kediaman Nabi Muhammad. Pada suatu pagi, lelaki itu, Abu Dzar Al-Ghifari, pergi ke tempat tersebut. Didapatinya Rasulullah  Shalallahu ‘Alaihi Wassallam  sedang duduk seorang diri. “Selamat pagi, wahai kawan sebangsa.” “ Wa alaikum salam , wahai sahabat,” jawab Rasulullah. “Bacakanlah kepadaku hasil gubahan Anda!” “Ia bukan syair hingga dapat digubah...

Ahmadiyah versi BBC

BBC News,  In lll Apa yang membuat jemaah Ahmadiyah sembahyang di masjid sendiri, tidak bersama Muslim lain? Sumber gambar, BBC Indonesia Keterangan gambar, Nurhayati merasa tidak menghadapi kendala dalam berbaur dengan masyarakat di lingkungan penampungannya. Informasi artikel Penulis, Rohmatin Bonasir Peranan, Wartawan BBC Indonesia 21 Februari 2018 Nasi goreng masakan Nurhayati tampak tidak istimewa. Selain, nasi, garam dan kecap, tak ada tambahan sayur atau sumber protein dalam wajan. Tetapi bagi anak-anaknya, nasi goreng itu setidaknya mengenyangkan. "Kita sering hanya makan nasi saja karena tidak punya cukup uang untuk membeli yang lain-lain. Suami sudah tua jadi tidak selalu bisa kerja," ungkapnya. Pengungsi Ahmadiyah: Diculik dan dapat suaka di Inggris, diusir dari desa dan mengungsi di Indonesia Kenapa Ahmadiyah dianggap bukan Islam: Fakta dan kontroversinya Realitas Ahmadiyah, mengungsi belasan tahun dan bayar tebusan miliaran rupiah Dengan kondisi seperti itu, Nurh...