Langsung ke konten utama

Diqobulnya Do'a Hazrat Sheikh Mian Ji Pul Mohammad rah.a (ingin di sholatkan Mln. Sa'ad DB)

Rahasia kebahagiaan, anda lihat sendiri, tidak akan ditemukan dengan cara mengusahakannya secara berlebihan, tetapi kebahagiaan akan didapat dengan sungguh-sungguh untuk menikmati lebih sedikit dari yang ada.




Betapa indahnya hidup sederhana Mian Ji Pul Muhammad (RA)!  Yang perpisahannya telah melewati jutaan hati.  Betapa sederhananya hidupnya!  Sebuah klip video pendek:



Hazratji Maulana Saad Sahab db, bertakziah Janaza Hazrat Sheikh Mian Ji Pul Mohammad (RA) dari Mewat, India yang baru saja meninggal dunia.  Sejumlah besar orang menghadiri pemakamannya.  Pemakamannya telah dibasahi dengan cinta jutaan orang.  Semoga Allah SWT memberikan surga baginya.  Amin.


Catatan :
4 November 2022, India
Innaa lillahi wa innaa ilaihi raajiuun
Hazrat Syaikh Mia Ji Pul Muhammad rah telah wafat hari ini pada usia ±112 tahun. Beliau adalah seorang yang hidup sejaman dengan Hazrat Ji Syaikh Maulana Ilyas Kandahlawi rah.a dan tetap istiqamah bersama Markaz Nizamuddin.
Hazrat Ji Maulana Saad Kandahlawi db yang memimpin shalat jenazah Beliau. 


Satu minggu sebelum kematian, Dia sakit parah.  Setelah Pemakamannya Orang Mewat akhirnya merasa lega dan bangga atas permintaan Mian ji sebelum kematiannya, bahwa Mian Ji berharap agar Hazratji Mln. Sa'ad DB bisa menghadiri pemakamannya, padahal saat itu Hazratji berada di Mashwara Malaysia, toh akhirnya Allah SWT menerima doa Mian Ji.  Satu hari sebelum kematiannya, Hazratji Mln. Sa'ad DB kembali dari Alami Maswara.  Allah telah memanggil Miyan Ji dan memenuhi keinginannya juga.


Pekerjaan yang Mian ji tinggalkan di dunia ini, Allah juga telah memberi kita tanggung jawab ini.  Sekarang saatnya kita bertindak berdasarkan itu.  Semoga Allah SWT menerima kita.  Amin.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Zaman Perayaan Kebodohan

Zaman Perayaan Kebodohan Di zaman serba cepat ini, kebodohan bukan lagi musuh. Ia justru dirayakan, dibagikan, bahkan dijadikan identitas. Dalam The Death of Expertise, Tom Nichols mencatat fenomena meningkatnya kepercayaan diri publik dalam isu-isu kompleks yang sebenarnya mereka tidak pahami. Menurutnya, kebodohan kini tidak lagi disembunyikan, tapi diklaim sebagai bentuk “kebebasan berpikir”. Sedangkan Neil Postman dalam Amusing Ourselves to Death menyebut bagaimana hiburan telah merusak kedalaman berpikir publik. Bauerlein menambahkan, anak muda lebih memilih scrolling dibanding membaca buku, walau akses terhadap ilmu sudah terbuka lebar. Di dunia digital saat ini, kita terbiasa melihat seseorang bicara panjang soal sains, ekonomi, bahkan filsafat, padahal baru saja menonton video berdurasi 30 detik. Komentar-komentar yang yakin tapi kosong memenuhi kolom diskusi. Tidak ada proses berpikir, hanya pengulangan tren. Anehnya, ini tidak dianggap masalah. Malah sering dipuji: “Setidakny...

Belajar dari Sahabat Abu Dzar Al-Ghifari

Belajar dari Sahabat Abu Dzar Al-Ghifari IA   datang ke Makkah sambil terhuyung-huyung, namun sinar matanya bersinar bahagia. Ia memasuki kota dengan menyamar seolah-olah hendak melakukan  thawaf  mengelilingi berhala-berhala di sekitar Ka’bah, atau seolah-olah musafir yang sesat dalam perjalanan, yang memerlukan istirahat dan menambah perbekalan. Padahal seandainya orang-orang Makkah tahu bahwa kedatangannya itu untuk menjumpai Nabi Muhammad  Shalallahu ‘Alaihi Wassallam  dan mendengarkan keterangan beliau, pastilah mereka akan membunuhnya. Samar-samar  ia memperoleh petunjuk kediaman Nabi Muhammad. Pada suatu pagi, lelaki itu, Abu Dzar Al-Ghifari, pergi ke tempat tersebut. Didapatinya Rasulullah  Shalallahu ‘Alaihi Wassallam  sedang duduk seorang diri. “Selamat pagi, wahai kawan sebangsa.” “ Wa alaikum salam , wahai sahabat,” jawab Rasulullah. “Bacakanlah kepadaku hasil gubahan Anda!” “Ia bukan syair hingga dapat digubah...

Ahmadiyah versi BBC

BBC News,  In lll Apa yang membuat jemaah Ahmadiyah sembahyang di masjid sendiri, tidak bersama Muslim lain? Sumber gambar, BBC Indonesia Keterangan gambar, Nurhayati merasa tidak menghadapi kendala dalam berbaur dengan masyarakat di lingkungan penampungannya. Informasi artikel Penulis, Rohmatin Bonasir Peranan, Wartawan BBC Indonesia 21 Februari 2018 Nasi goreng masakan Nurhayati tampak tidak istimewa. Selain, nasi, garam dan kecap, tak ada tambahan sayur atau sumber protein dalam wajan. Tetapi bagi anak-anaknya, nasi goreng itu setidaknya mengenyangkan. "Kita sering hanya makan nasi saja karena tidak punya cukup uang untuk membeli yang lain-lain. Suami sudah tua jadi tidak selalu bisa kerja," ungkapnya. Pengungsi Ahmadiyah: Diculik dan dapat suaka di Inggris, diusir dari desa dan mengungsi di Indonesia Kenapa Ahmadiyah dianggap bukan Islam: Fakta dan kontroversinya Realitas Ahmadiyah, mengungsi belasan tahun dan bayar tebusan miliaran rupiah Dengan kondisi seperti itu, Nurh...