Kegiatan dan Kehidupan Ummat sehari - hari di Zaman Modern, yang seperti contoh Kehidupan Keluarga Para Sahabat.
(Di zaman modern saat ini, kehidupan itu telah wujud pada "sebagian" Ummat di Bangladesh, India, Pakistan dan beberapa Keluarga di Indonesia).
Ilustrasi kehidupan mereka mudah dilihat pada pola kehidupan sehari-hari nya. Adapun pola kehidupan mereka terbagi beberapa rutinitas meliputi : Harian, Mingguan, Bulanan dan Tahunan.
Beginilah rutinitas Kehidupan Mereka yang sangat indah itu :
Harian
Setelah Sholat Isro'/ Dhuha, para laki-laki melakukan Tijaroh/Usaha ("sederhana tapi Barokah"), biasanya buruh cangkul kebun, menerima borongan jahitan, atau menarik becak rickshaw.
Menjelang Dzuhur mereka sudah selesai bekerja. Bersantai sejenak, lalu mandi, dan mulai ke Masjid menghidupkan Amal Masjid dengan hati riang & bahagia, sampai Sholat Ashar, tentunya dengan selalu berjama'ah. Pulang dari Masjid, diantara mereka ada yang pulang ke rumah, duduk-duduk bersama istri di serambi rumah sambil makan snack & minum teh menunggu waktu Maghrib , atau ada juga yang bersantai duduk-duduk di taman halaman Masjid atau kegiatan santai lainnya. Maghrib sampai ba’da Isya’ menghidupkan amal Masjid bersama Warga lainnya (Jama’ah Masjid)..., pulang ke rumah buat taklim rumah bersama ahli keluarga…, ngobrol2 & bercengkrama sebentar sama keluarga…, amalan infirodhi…, lalu tidur…, tahajud…, Subuh…, Isyro’..., musyawarah di masjid…, kemudian balik lagi melakukan Kerja/Usaha/Tijaroh ("sederhana tapi Berkah")
Mingguan
Jum’atan, dan kemudian Sunnah makan enak sekeluarga (enak tidak harus mahal). Hadir Musyawarah ke Markaz Dakwah Provinsi. Hadir Malam Markaz Subgozari…, pulang bawa oleh - oleh buat keluarga (oleh - oleh tidak harus mahal). Malam Sabtu atau malam Minggu membuat acara Silaturahmi rame2 Jama’ah Masjid mengunjungi rumah2 warga, bercanda ria, bawa makanan, niat mengamalkan Amalan Silaturahmi sambil bicara Agama (jaulah 1 & 2).
Bulanan
Acara pergi Bapak - bapak Refreshing 3 hari nginap ke Masjid kampung lain. (Niat Silaturahmi).
(Istri dan anak perempuan yg sudah baligh, diajak refreshing 3 hari, tiap 3 bulan sekali).
Tahunan
Pergi ber Wisata Iman ke luar kota atau ke luar negeri. Bersilaturahmi bertemu dengan Saudara Muslim di luar kota atau luar negeri…, sesekali juga ngobrol & bertemu dengan orang - orang non Muslim (niat agar mereka dapat Hidayah). Wisata Iman tahunan ini dilakukan 2 kali, yang pertama Bapaknya bersama Bapak-bapak dan laki-laki baligh saja, yang keduanya mengajak Istri & anak perempuan balighnya…
(Belum lagi acara kumpul - kumpul/gathering, 1 atau 2 bulan sekali atau setahun sekali yang menyenangkan, bertemu dengan kawan-kawan yang sangat menyenangkan (orang-orang Sholeh). Baik itu acara Musyawarah, Jord atau Ijtima').
“SANGAT PADAT, MENYENANGKAN DAN TIDAK MEMBOSANKAN”
Catatan :
Kehidupan sementara di dunia yang indah & enak di atas, tidak akan pernah wujud jika sudah ada "kata & perasaan" : NULIS & NGOMONG ENAK PAK DHE..., MENJALANI NYA YANG SUSAH!
Hal itu terbantahkan!
Contohnya saudara kita di "sebagian" Bangladesh, India, Pakistan & Beberapa Keluarga di Indonesia, sudah puluhan tahun menjalani Kehidupan Indah seperti itu.
Di Bangladesh, pekerjaan rizal (para lelaki) nya adalah buruh cangkul kebun, narik becak "rickshaw", atau buruh jahit borongan di rumah....
Mereka sekeluarga makan sederhana (tapi nikmat & berkah) dari hasil memelihara sapi perah satu ekor dan bahan bakar sehari-hari /kayu bakarnya dari kotoran sapi...
Hasil kerja sehari 50rb, dua tahun dapat 36jt, buat jalan - jalan ke luar negeri. (Sehingga paspor mereka sudah penuh cap visa luar negeri).
Bagaimana dengan keperluan yang lain? Mereka tidak perlu biaya bayar Ulama untuk kepentingan pendidikan anak - anaknya...! Hafidz & Alim, lahir dari Makhtab2 Diniyah di Mahalah - mahalah (Madrasah milik warga dan dikelola bersama tanpa harapan profit/untung dunia).
Iya betul! Karena Ulamanya..., ya mereka - mereka sendiri!!!!..., tanpa dibayar! Mereka ikrom & memuliakan diri mereka sendiri, akhirnya Berkah Melimpah.

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar