Langsung ke konten utama

Agar Ahbab Gak Bingung, Kenapa Dakwah Bisa Terpecah (bagian 2)


Pembekalan Literasi untuk Ahbab yang masih suka aneh-aneh dan mempercayai info MedSos di luar Arahan dan Musyawarah. (Agar Ahbab tidak bingung dan mongsang-mangsing gak mau di Tasqil!)


>>Jangan ketinggalan utk membaca caption/tulisan paling bawah di akhir literatur ini!<<<

catatan khusus (dalam literatur di bawah ini, ada beberapa hal yg hrs difahami) :

  1. Meskipun kebanyakan Masyaikh kita adalah lulusan Deoband, bukan berarti Masyaikh kita itu Deobandi (ini sejarahnya panjang…, Madrasah Deoband sendiri sering terpecah belah dalam prinsip dan pendapat, baik Ulama maupun Santri - santrinya…, bahkan dari sejak sebelum masa DiBangkitkannya Usaha Dakwah oleh Allah melalui Mln. Ilyas rah.a).

  2. Alhamdulillah…, Usaha Dakwah (yang dikenal secara umum sebagai Jama’ah Tabligh/Tableeghi Jamaat), tidak bisa ditemukan oleh penyelidik & penulis Literatur di bawah ini. Artinya memang Usaha Dakwah memang tidak pernah memusuhi siapapun.

  3. Kelompok- kelompok Islam yang dimusuhi “Salafi - Deobandi Takfiri”  yang ditulis di bawah ini, tidak juga kelompok Islam yang lurus. Beberapa juga telah mendapat Fatwa Sesat dari Ulama Sunni Dunia yang Muktabar. 

Hanya saja mereka bukan termasuk (bukan temen nya) "Salafi - Deobandi Takfiri" Prakarsa Kerajaan Saudi. 

Berarti Kerajaan Saudi Arabia itu sesat ya? Itu terserah Antum! Yang jelas Kerajaan Saudi Arabia itu kan Wahabi!

Lalu kenapa kita masih BerHaji ke Mekah? Jawabannya : “Meskipun penguasa di Mekah itu Kaum Kafir sekalipun…, kita BerHaji tetap ke Mekah Bro!”






Fakta Dunia

Dunia sedang dihancurkan oleh aksi teroris yang dilakukan sekelompok ekstrimis Wahabi-Deobandi dari Boston sampai Woolwich,  dari Madrid sampai Kabul, dari Nigeria (Boko Haram) hingga Jakarta,  sebuah usaha bersama sedang dibuat untuk menyembunyikan peran pusat  supremasi dan ideologi totalitarian yang sedang disebar oleh kerajaan lalim, Arab saudi.


Kerajaan Saudi bersama negara yang berada di bawah perlindungan pihak lain (seperti UAE, Qatar dan lainnya) merupakan sebuah episenter untuk memperluas ideologi supremasi ini dalam bentuk helaian Islam yang intoleransi dan mematikan, seperti ideologi Wahabi-Salafi.


Di Asia Selatan dan Afganistan, sub sekte Deobandi sangat dekat dengan ideologi Saudi Wahabi, Boko Haram di Nigeria dan negara-negara Afrika.


Semua usaha yang mengalihkan perhatian, dari isu inti (seperti cita-cita Kekhalifahan Saudi Wahabi di seluruh dunia) akan setara dengan ketidakjujuran intelektual.


Mereka yang melakukan pengaburan, sengaja atau tidak, telah terlibat dalam agenda Salafi Saudi.


Arab Saudi menginvestasikan miliaran dolar dari Indonesia sampai Amerika Utara, dari Afrika Selatan sampai Scandinavia demi mempromosikan doktrin Wahabi-Salafinya dalam bentuk masjid-masjid, sekolah-sekolah, media-media (termasuk TV dan radio), tim-tim pemikir dan kelompok-kelompok pengacara.

Sebagai konsekuensi, dalam media mainstream global, ada sebuah koordinasi dan usaha sengaja untuk menyembunyikan, mengencerkan dan mengaburkan ideologi pelaku kekerasan Wahabi-Salafi.


Usaha yang sama dilakukan untuk mengaburkan fakta bahwa teroris di Barat sebagaimana terdapat di negara-negara Muslim dan Islam lain, pada dasarnya, adalah sebuah fenomena Wahabi-Salafi Takfiri-Deobandi.

Kekerasan yang dilakukan sekte Muslim atau sub sekte lain sangat sedikit dan secara statistik tidak signifikan.


Bagaimanapun juga, lobi Saudi dan propagandanya telah memompa jumlah tersebut untuk menyembunyikan kekerasan yang dimonopoli Wahabi-Deobandi.

Sesungguhnya, Ahmadiyah tidak pernah membajak pesawat, Syiah Ismailiyah tidak membakar makam suci di Mali, dan sufi Sunni tidak membunuh tentara di Woolwich dengan begitu mengerikan.


Taktik yang biasa dipakai beberapa jurnalis Barat tertentu yang cukup dihormati (seperti Declan Walsh dari New York Times, Sadanand Dhume dari Wall Street, dll) adalah melakukan generalisasi  dan menggambarkan militan Wahabi-Deobandi sebagai ekstrimis Sunni.

Di samping stereotipe yang berbahaya, taktik ini juga mengaburkan peran utama kerajaan Saudi Wahabi yang tidak hanya memberikan motivasi politik pada teroris tapi juga memberi mereka dukungan finansial dan moral.

Taktik lain adalah menggunakan setengah kebenaran untuk menutupi ideologi rujukan di balik terorisme.


Sebuah istilah yang digunakan oleh beberapa kelompok media mainstream adalah doktrin jihad bersenjata.

Hal ini, sekali lagi, dilakukan untuk menyembunyikan identitas teroris wahabi-Deobandi.

Teroris Wahabi-Deobandi dari Mali sampai Libya, dari Suriah sampai London dengan luas telah menggunakan ideologi jihad bersenjata ini untuk menjustifikasi dan mempromosikan agenda kekerasan.


Bagaimanapun juga, doktrin jihad bersenjata adalah sebuah alasan yang tidak cukup dan tidak lengkap untuk menjelaskan terorisme Wahabi-Deobandi.


Secara literal, jihad berarti perjuangan. Lalu bagaimana doktrin jihad bersenjata? Secara internal, kaum Muslim sendiri sangat menderita akibat ideologi ini.


Ada banyak contoh bagaimana Wahabi-Deobandi menjustifikasi kekerasan melawan Sunni Barelvis, Syiah, Ahmadiyah dll.


Jihad bersenjata bukan sebuah konsep homogen atau uniter.

Dalam Islam, perjuangan dalam jiwa seseorang untuk memperbaiki moral merupakan jihad yang lebih besar.

Sebaliknya, doktrin jihad bersenjata (jihad kecil) memiliki interpretasi dan perbedaan signifikan dalam berbagai sekte.


Bukti ini termanifestasi dalam statistik terorisme dari Mali sampai Mumbai dan dari Islamabad sampai New York.


Perhatikan angka Sunni Barelvi, Syiah dan Ahmadiyah yang terlibat dalam sebuah aksi teror dan bandingkan dengan angka teroris Wahabi-Deobandi, misalnya pemboman 9/11, Faisal Shahzad, Mayor Nidal Hasan, pembom Bali, teroris Madrid, pembom 7/7, penyerang Woolwich dan Boston, dll).


Pada kenyataannya, cita-cita Kekhalifahan Wahabi yang totaliter dan mendunia merupakan akar utama penyebab kekerasan bermotif agama atas nama Islam.

Itulah sebabnya, menunjukkan secara sederhana pengertian jihad bersenjata bukan hanya memberi gambaran tidak sempurna tapi juga menyembunyikan agenda Wahabi-Deobandi Takfiri.


Menggunakan doktrin jihad bersenjata untuk menjelaskan kengerian aksi teroris, secara intelektual, berarti  kemalasan dan secara politik, tidak berguna.


Saudi mensponsori militan Wahabi-Deobandi untuk mempromosikan agenda mereka dalam dua font berbeda tapi keduanya merupakan perangkat yang saling terhubung.


(catatan : Wahabi/Salafi di indonesia lebih cenderung pada Agenda Front Internal)


Pada front internal, mereka berusaha menggunakan pengertian takfir (pemurtadan/menyalahkan atau menghukumi ahli bid'ah) untuk menekan dan menghapus semua muslim non Wahabi  dan non Deobandi seperti Sunni, Syiah, Ahmadiyah, Alawi dsb.

Pada front eksternal, mereka menggunakan pengertian jihad bersenjata Wahabi Salafi untuk mempromosikan agenda kekerasan mereka. Bagaimanapun juga, jihad bersenjata hanyalah sebuah perangkat bukan sasaran.

Tiap orang yang mengecam perangkat tapi menyembunyikan identitas dan ideologi rujukan pelaku kejahatan adalah kenaifan atau kompromi intelektual.


Juga, penting untuk mencatat bahwa Ikhwanul Muslimin di Mesir, al-Qaeda di Afganistan dan Irak, Taliban di Pakistan dan Afganistan, Front al-Nusra di Suriah, Sipah Sahaba di Pakistan dll merupakan tempat gelap yang sama dari ideologi supremasi wahabi Salafi.

Pengguna utama ideologi supremasi ini berusaha menciptakan pasangan artifisial antara Muslim dan non Muslim, sunni dan Syiah, karena itu mereka menjustifikasikan pembunuhan dan kekerasan atas nama agama.


Doktrin jihad bersenjata dan barbarisme adalah aksi terorisme yang berarti meletakkan gerobak sebelum menyediakan kuda.

Bahkan lebih buruk lagi, menyamarkan dan menyembunyikan agenda Saudi dan dengan sempurna mendorong dunia hari ini ke dalam cengkraman ideologi fasisnya, yakni Wahabi-Salafi Takfiri atas nama Suni. [BH]



Itu di atas adalah hasil penelusuran orang repot (wartawan, peneliti dan penulis yang intelek), yang menunjukkan dengan jelas keadaan sebenarnya tentang Ummat Islam di dunia yang belum ambil Usaha Dakwah.

 

(Jangan protes dulu! Memang semua orang Islam itu baik, dan kita harus Mahabah!..., Tapi kita harus ISTIKHLAS! bahwa satu-satunya cara untuk Memperbaiki Ummat & Menyatukan Ummat…, HANYA dengan Cara Ummat KurunTerdahulu…, yaitu Usaha Dakwah yang dibangkitkan lagi oleh Allah, melalui Mln. Ilyas rah.a. (Yang saat ini ber Markaz di Nizamuddin dan di Amiri Amir dunia : Hadratji Mln. Sa’ad DB.)

(Sehingga, Ahbab tidak perlu bingung kenapa Dakwah bisa terpecah belah)

Ahbab akan aman kalau gak usah melihat dan menjadikan info MedSos berpengaruh dalam Amal.

Amal Dakwah dan Kehidupan Ahbab hendaknya berpatokan pada Arahan & Hasil Musyawarah SAJA!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjuangan Kaum Dalam Merubah Nasib

Macam - macam Perjuangan Suatu Kaum (dalam rangka berusaha merubah nasib suatu kaum itu sendiri)  Hanya satu yang sesuai Kehendak Pembuat Kaum, Kehendak Pembuat dunia & sesuai Uswah yang seharusnya. Yaitu : Islam ala Minhajjun Nubuwah (Mendapatkan Ridho Allah itu, dengan meniru dengan baik kepada Kaum Muhajirin & Anshor (taba'uhum bil ihsanin, Rodiyaullahuanhum wa Rodu'anh)) (catatan : Dulu..., kampung Indonesia pernah akan berjuang merubah nasib dengan cara Nasionalisme, Agama dan Komunisme sekaligus!!!! (NaSaKom)) Berikut ini adalah macam-macam cara suatu kaum dalam merubah nasib secara berjama'ah dengan cara dan pemikirannya sendiri, tidak sesuai dengan cara Allah melalui Rasulullah SAW : 1. Konservatisme Sebuah filsafat politik yang mendukung nilai-nilai tradisional. Istilah ini berasal dari kata dalam bahasa latin, conservāre, melestarikan; "menjaga, memelihara, mengamalkan". Karena berbagai budaya memiliki nilai-nilai yang mapan dan berb...
(Maka kita akhirnya faham, bahwa rizqi sudah menjadi Ketetapan Allah SWT, baik dengan dicari ataupun datang sendiri. Yang menjadi patokan adalah : Bagi Ummat Islam, Allah janjikan Pertolongan dan Kemudahan, jika kita ber-Iman dan ber-Taqwa. Sebagaimana Makhluk yang lain, manusia akan otomatis mencari rizqi sesuai apa yang telah ditetapkan Allah (kalau Amalannya bagus, ia akan dapat rizqi asbab Amalan tsb., kalau dikasih otak encer, ia akan cari rizqi asbab pemikiran otaknya, kalau dikasih fisik kuat, ia akan cari rizqi dari kekuatan ototnya, kalau dikasih cacat ia akan cari rizqi dari anggota tubuh yang lainnya. Gitu aja kok repot! Yang penting jaga Sholat bro! Sesuai contoh Baginda Nabi Muhammad SAW : Berjama'ah, Awal waktu, Ditempat dimana Adzan dikumandangkan!) Kisah Imam Malik dan Imam Syafi’i, Tertawa karena Beda Pendapat tentang Rizqi Guru dan murid tertawa karena beda pendapat tentang rezeki. Imam Malik (guru  Imam Syafii ) dalam majelis menyampaikan: Sesungg...

Zaman Perayaan Kebodohan

Zaman Perayaan Kebodohan Di zaman serba cepat ini, kebodohan bukan lagi musuh. Ia justru dirayakan, dibagikan, bahkan dijadikan identitas. Dalam The Death of Expertise, Tom Nichols mencatat fenomena meningkatnya kepercayaan diri publik dalam isu-isu kompleks yang sebenarnya mereka tidak pahami. Menurutnya, kebodohan kini tidak lagi disembunyikan, tapi diklaim sebagai bentuk “kebebasan berpikir”. Sedangkan Neil Postman dalam Amusing Ourselves to Death menyebut bagaimana hiburan telah merusak kedalaman berpikir publik. Bauerlein menambahkan, anak muda lebih memilih scrolling dibanding membaca buku, walau akses terhadap ilmu sudah terbuka lebar. Di dunia digital saat ini, kita terbiasa melihat seseorang bicara panjang soal sains, ekonomi, bahkan filsafat, padahal baru saja menonton video berdurasi 30 detik. Komentar-komentar yang yakin tapi kosong memenuhi kolom diskusi. Tidak ada proses berpikir, hanya pengulangan tren. Anehnya, ini tidak dianggap masalah. Malah sering dipuji: “Setidakny...