Langsung ke konten utama

Cara Mengetahui Iklan Website Palsu

 

3 Cara Mudah Mengenali Situs Web Abal-Abal

Oleh Mochamad Wahyu Hidayat pada 25 Jul 2016, 18:51 WIB
Internet
 Perbesar
Internet (asriran.com)

Liputan6.com, Jakarta - Sebagian dari kita pasti pernah mendapat pesan yang berisi ucapan selamat bahwa kita memenangkan undian, misalnya, undian berhadiah suatu produk. Padahal, kita tidak pernah membeli atau menggunakan produk tersebut.

Hadiahnya bervariasi mulai dari uang tunai hingga mobil. Demi meyakinkan kita, si pengirim pesan juga menyertakan deretan angka unik (nomor undian) serta alamat situs web (website) palsu. Ya, si pengirim melakukan segala cara agar kita benar-benar memercayai tipu dayanya.

Kali ini Tekno Liputan6.com menyajikan artikel berjudul 3 Cara Mudah Mengenali Situs Web Abal-Abal untuk menghindari jerat tipu daya.

1. Menggunakan Domain Gratis 

Beberapa domain gratis dan cukup populer antara lain disediakan oleh Freenom yakni .TK (Tokalu), .ML (Mali), .CF (Central African Republic), .GA (Gabon), dan .GQ (Equatorial Guinea). Namun keberadaan domain gratis itu malah disalahgunakan oleh para penipu. 

Padahal faktanya, perusahaan - perusahaan besar selalu menggunakan alamat domain berbayar yang umum dan wajar : .com atau domain dengan identitas negara .co.id (company indonesia), .edu.us (education united state/amerika), .org.ru (organization rusia) dan sebagainya. 

Dalam hal ini, logikanya sederhana saja. Jika memang penyelenggara undian--atau event apa pun lainnya--yang mengatasnamakan sebuah produk atau perusahaan itu bukan penipu, mengapa mereka menggunakan domain gratis? Padahal domain semisal .COM dan .NET ada di kisaran US$ 10 atau Rp 100 ribuan saja.



Perhatikan Domain dan Subdomain

2. Perhatikan Domain dan Subdomain
 

Kami mengambil contoh alamat penipu tentang fitur panggilan video (video call) di WhatsApp yakni http://whatsapp.videocalling-invite.cf/. Sepintas, tak ada yang ganjil dengan alamat tersebut. 

Alamat whatsapp.videocalling-invite.cf selanjutnya kami pecah menjadi dua yakni whatsapp (subdomain) dan videocalling-invite.cf (root domain).

Dengan root domain videocalling-invite.cf, penipu bisa membuat banyak subdomain lainnya seperti bbm.videocalling-invite.cf, telegram.videocalling-invite.cf, viber.videocalling-invite.cf, dan sebagainya.

Saat kami mengunjungi root domain videocalling-invite.cfberikut ini konten yang kami dapatkan.

Selamat!

Anda telah terpilih untuk menerima kartu Micro SD gratis. Klik OK untuk mengklaim hadiah Anda.

Kami sangat mengapresiasi pelanggan kami dan memutuskan untuk membagikan 400 kartu Micro SD berkapasitas 64GB secara cuma-cuma. Mengapa kami melakukan ini?

Kami menawarkan Hoverboards ini secara cuma-cuma karena Hoverboards tersebut ada di gudang kami tanpa segel dan kami tidak bisa menjualnya. Jadi, daripada kami mengembalikannya, kami memilih untuk memberikannya secara cuma-cuma kepada pengguna yang membantu kami menjadi pemain nomor satu di pasar online di Indonesia.

Bagaimana cara memperoleh kartu kartu Micro SD berkapasitas 64GB?

Klik di sini.

1. Bagikan ke 10 teman dan tiga grup WhatsApp tentang promosi ini (Klik tombol Share).
2. Setelah membagikannya, klik Continue dan isi detail informasi yang dibutuhkan untuk pengiriman.
3. Kartu micro SD 64GB siap di antar ke alamat Anda.

Coba perhatikan, di awal alamat itu menawarkan kartu Micro SD gratis, tapi di paragraf tengah disebutkan bahwa mereka menawarkan Hoverboards. Jelas, ini penipuan.

Rasanya tidak mungkin, bila perusahaan global sekelas WhatsApp yang dinaungi Facebook bisa salah ketik informasi fatal seperti itu? Lagi pula, tampilan antarmuka (interface) alamat itu sangat buruk.

 Perbesar

Perhatikan Domain dan Subdomain

3. Periksa Awalan Alamat, HTTP atau HTTPS?
 

HTTP merupakan kependekan dari Hypertext Transfer Protocol, sedangkan HTTP adalah singkatan dari Hypertext Transfer Protocol Secure. Perbedaan keduanya ada di huruf S, 'Secure'. 

Singkat kata, protokol HTTPS lebih aman daripada HTTP karena semua lalu lintas data yang melewatinya akan diacak dengan enkripsi.

Kembali ke alamat whatsapp.videocalling-invite.cf, tampak bahwa alamat tersebut menggunakan protokol HTTP, bukan HTTPS. Padahal, situs web itu jelas-jelas meminta kita untuk mengisi detail informasi ketika kita akan mengklaim hadiah kita. Karena itu, wajar bila kita meragukan keamanan alamat tersebut.

Namun, 

perlu digarisbawahi, HTTPS memang tidak seratus persen aman, tetapi sudah pasti lebih aman daripada HTTP.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Zaman Perayaan Kebodohan

Zaman Perayaan Kebodohan Di zaman serba cepat ini, kebodohan bukan lagi musuh. Ia justru dirayakan, dibagikan, bahkan dijadikan identitas. Dalam The Death of Expertise, Tom Nichols mencatat fenomena meningkatnya kepercayaan diri publik dalam isu-isu kompleks yang sebenarnya mereka tidak pahami. Menurutnya, kebodohan kini tidak lagi disembunyikan, tapi diklaim sebagai bentuk “kebebasan berpikir”. Sedangkan Neil Postman dalam Amusing Ourselves to Death menyebut bagaimana hiburan telah merusak kedalaman berpikir publik. Bauerlein menambahkan, anak muda lebih memilih scrolling dibanding membaca buku, walau akses terhadap ilmu sudah terbuka lebar. Di dunia digital saat ini, kita terbiasa melihat seseorang bicara panjang soal sains, ekonomi, bahkan filsafat, padahal baru saja menonton video berdurasi 30 detik. Komentar-komentar yang yakin tapi kosong memenuhi kolom diskusi. Tidak ada proses berpikir, hanya pengulangan tren. Anehnya, ini tidak dianggap masalah. Malah sering dipuji: “Setidakny...

Belajar dari Sahabat Abu Dzar Al-Ghifari

Belajar dari Sahabat Abu Dzar Al-Ghifari IA   datang ke Makkah sambil terhuyung-huyung, namun sinar matanya bersinar bahagia. Ia memasuki kota dengan menyamar seolah-olah hendak melakukan  thawaf  mengelilingi berhala-berhala di sekitar Ka’bah, atau seolah-olah musafir yang sesat dalam perjalanan, yang memerlukan istirahat dan menambah perbekalan. Padahal seandainya orang-orang Makkah tahu bahwa kedatangannya itu untuk menjumpai Nabi Muhammad  Shalallahu ‘Alaihi Wassallam  dan mendengarkan keterangan beliau, pastilah mereka akan membunuhnya. Samar-samar  ia memperoleh petunjuk kediaman Nabi Muhammad. Pada suatu pagi, lelaki itu, Abu Dzar Al-Ghifari, pergi ke tempat tersebut. Didapatinya Rasulullah  Shalallahu ‘Alaihi Wassallam  sedang duduk seorang diri. “Selamat pagi, wahai kawan sebangsa.” “ Wa alaikum salam , wahai sahabat,” jawab Rasulullah. “Bacakanlah kepadaku hasil gubahan Anda!” “Ia bukan syair hingga dapat digubah...

Ahmadiyah versi BBC

BBC News,  In lll Apa yang membuat jemaah Ahmadiyah sembahyang di masjid sendiri, tidak bersama Muslim lain? Sumber gambar, BBC Indonesia Keterangan gambar, Nurhayati merasa tidak menghadapi kendala dalam berbaur dengan masyarakat di lingkungan penampungannya. Informasi artikel Penulis, Rohmatin Bonasir Peranan, Wartawan BBC Indonesia 21 Februari 2018 Nasi goreng masakan Nurhayati tampak tidak istimewa. Selain, nasi, garam dan kecap, tak ada tambahan sayur atau sumber protein dalam wajan. Tetapi bagi anak-anaknya, nasi goreng itu setidaknya mengenyangkan. "Kita sering hanya makan nasi saja karena tidak punya cukup uang untuk membeli yang lain-lain. Suami sudah tua jadi tidak selalu bisa kerja," ungkapnya. Pengungsi Ahmadiyah: Diculik dan dapat suaka di Inggris, diusir dari desa dan mengungsi di Indonesia Kenapa Ahmadiyah dianggap bukan Islam: Fakta dan kontroversinya Realitas Ahmadiyah, mengungsi belasan tahun dan bayar tebusan miliaran rupiah Dengan kondisi seperti itu, Nurh...