Langsung ke konten utama
*"KALAU HAL INI KITA LAKUKAN, RIZQI KITA AKAN SERET, BAHKAN BISA MISKIN"*

_*Hal2 sepele spt ini sering kita langgar..., akan selalu ingat jika kita istiqomah menjaga 'MAGOL' /Suasana Agama di rumah & sekitar kita..., dg cara pengajian rutin bapak2 & ibu2 secara Syar'ie (terutama ibu2)..., bergaul dg orang2 Sholeh, men suasanakan rumah dg Agama, menjaga Sholat Berjama'ah, Baca Qur'an & dzikir2, serta adab2 sunnah sehari2 spt do'a masuk wc, do'a keluar rumah, do'a makan, dll*_

ﺟﺎﺀ ﺭﺟﻞ ﺇﻟﻰ ﺃﻣﻴﺮ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻋﻠﻲ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻳﺸﻜﻮ ﻟﻪ ﺍﻟﻔﻘﺮ ﻭﻗﻠﺔ ﺍﻟﺮﺯﻕ

Datang seseorang kepada Sayyidina Ali mengeluhkan kemiskinan dan kekurangan rezeki

ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ :
ﻟﻌﻠﻚ ﺗﺘﻜﻠﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺨﻼﺀ؟
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ :
ﻻﻳﻜﻮﻥ ﺫﻟﻚ ﻳﺎ ﺃﻣﻴﺮ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ

Maka beliau berkata kepada orang tersebut :
"Mungkin kamu *suka berbicara saat di kamar mandi* ?"

Dia mengatakan :
"Tidak wahai Amirul Mu'minin"

ﻗﺎﻝ :
ﻟﻌﻠﻚ ﺗﻘﻠﻢ ﺍﻇﻔﺎﺭﻙ ﺑﺎﺳﻨﺎﻧﻚ؟
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ :
ﻻﻳﻜﻮﻥ ﺫﻟﻚ

"Mungkin kamu *suka menggigit kukumu* ?"
"Tidak ".

ﻗﺎﻝ :
ﻟﻌﻠﻚ ﺗﺴﻤﻲ ﺃﺑﻮﻳﻚ ﺑﺎﺳﻤﻴﻬﻤﺎ ؟
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ :
ﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﺫﻟﻚ

"Mungkin kamu *memanggil atau menyebut kedua orang-tuamu dengan nama mereka* ?"
"Tidak ".

ﻗﺎﻝ :
ﻟﻌﻠﻚ ﺗﺘﺮﻙ ﺍﻟﻘﻤﺎﻣﺔ ﻟﻴﻼ ﻓﻰ ﺩﺍﺭﻙ ؟
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ :
ﻻﻳﻜﻮﻥ ﺫﻟﻚ

"Mungkin kamu *membiarkan sampah bermalam dalam rumah* ?"
"Tidak ".

ﻗﺎﻝ :
ﻟﻌﻠﻚ ﺗﻨﺎﻡ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﻭﺿﻮﺀ؟
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ :
ﻻﻳﻜﻮﻥ ﺫﻟﻚ

"Mungkin kamu sering *tidur tanpa wudhu* ?"
"Tidak ".

ﻗﺎﻝ :
ﻟﻌﻠﻚ ﺗﺘﻘﺪﻡ ﺃﺑﻮﻳﻚ ﻓﻰ ﺍﻟﻤﺸﻲ ؟
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ :
ﻻﻳﻜﻮﻥ ﺫﻟﻚ

"Mungkin kamu suka *berjalan mendahului jalannya orang-tuamu ke depan* ?"
"Tidak ".

ﻗﺎﻝ :
ﻟﻌﻠﻚ ﺗﻜﻨﺲ ﺩﺍﺭﻙ ﻟﻴﻼ ؟
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ :
ﻻﻳﻜﻮﻥ ﺫﻟﻚ

"Mungkin kamu sering *menyapu rumah di malam hari* ?"
"Tidak ".

ﻗﺎﻝ :
ﻟﻌﻠﻚ ﺗﻘﻠﻢ ﺍﻇﻔﺎﺭﻙ ﻳﻮﻡ ﺍﻻﺣﺪ؟
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ :
ﻻﻳﻜﻮﻥ ﺫﻟﻚ

"Mungkin kamu *memotong kuku di hari minggu* ?"
"Tidak ".

ﻗﺎﻝ :
ﻟﻌﻠﻚ ﺗﺪﻳﻢ ﺍﻟﻠﻌﻦ ﻋﻠﻰ ﺍﺑﻨﺎﺋﻚ؟
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ :
ﻻﻳﻜﻮﻥ ﺫﻟﻚ ﻳﺎ ﺃﻣﻴﺮ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ

"Apakah kamu sering *mengutuk anak2mu* ?"
"Tidak ".

ﻗﺎﻝ :
ﻟﻌﻠﻚ ﺗﻠﻘﻲ ﺑﺎﻟﺒﺼﺎﻕ ﻓﻰ ﺑﻴﺖ ﺍﻟﺨﻼﺀ ؟ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ :
ﻻﻳﻜﻮﻥ ﺫﻟﻚ

"Mungkin kamu sering *membuang ludah di kamar mandi* ?"
"Tidak "

ﻗﺎﻝ :
ﻟﻌﻠﻚ ﺗﺘﺮﻙ ﺍﺳﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻄﻌﺎﻡ؟ ﻭﺍﻟﺤﻤﺪ ﻓﻰ ﺁﺧﺮﻩ ؟
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ :
ﻻﻳﻜﻮﻥ ﺫﻟﻚ

"Mungkin kamu *tidak baca bismillah sebelum makan ataupun Alhamdulillah setelahnya* ?"
"Tidak ".

ﻓﻘﺎﻝ :
ﻟﻌﻠﻚ ﻻﺗﺪﻋﻮ ﻻﺑﻮﻳﻚ ﻓﻰ ﺍﻟﺼﻼﺓ ؟
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ :
ﻧﻌﻢ ﻳﺎ ﺃﻣﻴﺮ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻫﻮ ﺫﻟﻚ .

"Mungkin kamu *tidak mendoakan kedua orang-tuamu selesai shalat* ?"
"Iya benar wahai Amirul Mu'miniin. itulah kekurangan saya ".

ﺭﺑﻲ ﺍﻏﻔﺮ ﻟﻲ ﻭﻟﻮﺍﻟﺪﻱّ ﻭﻟﻠﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻳﻮﻡ ﻳﻘﻮﻡ ﺍﻟﺤﺴﺎﺏ ﺁﻣﻴﻦ .

Dari kitab Salinan karya
Al-Habib Salim As-Syathiri

_*Hal diatas tidak berlaku bagi orang yg tidak menegakkan Sholat..., karna syarat amal ada nilai nya kalo ada Sholat..., Amal tanpa sholat, nilainya nol... Sudah dijaga, tapi tetep kekurangan rizqi? Bisa jadi Iman kita lemah... (Senjata hebat tidak akan berguna buat orang lemah & tdk terlatih)... Masih juga kekurangan rizqi...?, mungkin dalam darah kita tercampur rizqi yang haram... Wallahu'alam...*_

*AMAL IBARAT SENJATA..., AKAN BERGUNA BAGI YG TERLATIH/PUNYA STANDARD KEMAMPUAN*
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Zaman Perayaan Kebodohan

Zaman Perayaan Kebodohan Di zaman serba cepat ini, kebodohan bukan lagi musuh. Ia justru dirayakan, dibagikan, bahkan dijadikan identitas. Dalam The Death of Expertise, Tom Nichols mencatat fenomena meningkatnya kepercayaan diri publik dalam isu-isu kompleks yang sebenarnya mereka tidak pahami. Menurutnya, kebodohan kini tidak lagi disembunyikan, tapi diklaim sebagai bentuk “kebebasan berpikir”. Sedangkan Neil Postman dalam Amusing Ourselves to Death menyebut bagaimana hiburan telah merusak kedalaman berpikir publik. Bauerlein menambahkan, anak muda lebih memilih scrolling dibanding membaca buku, walau akses terhadap ilmu sudah terbuka lebar. Di dunia digital saat ini, kita terbiasa melihat seseorang bicara panjang soal sains, ekonomi, bahkan filsafat, padahal baru saja menonton video berdurasi 30 detik. Komentar-komentar yang yakin tapi kosong memenuhi kolom diskusi. Tidak ada proses berpikir, hanya pengulangan tren. Anehnya, ini tidak dianggap masalah. Malah sering dipuji: “Setidakny...

Perjuangan Kaum Dalam Merubah Nasib

Macam - macam Perjuangan Suatu Kaum (dalam rangka berusaha merubah nasib suatu kaum itu sendiri)  Hanya satu yang sesuai Kehendak Pembuat Kaum, Kehendak Pembuat dunia & sesuai Uswah yang seharusnya. Yaitu : Islam ala Minhajjun Nubuwah (Mendapatkan Ridho Allah itu, dengan meniru dengan baik kepada Kaum Muhajirin & Anshor (taba'uhum bil ihsanin, Rodiyaullahuanhum wa Rodu'anh)) (catatan : Dulu..., kampung Indonesia pernah akan berjuang merubah nasib dengan cara Nasionalisme, Agama dan Komunisme sekaligus!!!! (NaSaKom)) Berikut ini adalah macam-macam cara suatu kaum dalam merubah nasib secara berjama'ah dengan cara dan pemikirannya sendiri, tidak sesuai dengan cara Allah melalui Rasulullah SAW : 1. Konservatisme Sebuah filsafat politik yang mendukung nilai-nilai tradisional. Istilah ini berasal dari kata dalam bahasa latin, conservāre, melestarikan; "menjaga, memelihara, mengamalkan". Karena berbagai budaya memiliki nilai-nilai yang mapan dan berb...

Belajar dari Sahabat Abu Dzar Al-Ghifari

Belajar dari Sahabat Abu Dzar Al-Ghifari IA   datang ke Makkah sambil terhuyung-huyung, namun sinar matanya bersinar bahagia. Ia memasuki kota dengan menyamar seolah-olah hendak melakukan  thawaf  mengelilingi berhala-berhala di sekitar Ka’bah, atau seolah-olah musafir yang sesat dalam perjalanan, yang memerlukan istirahat dan menambah perbekalan. Padahal seandainya orang-orang Makkah tahu bahwa kedatangannya itu untuk menjumpai Nabi Muhammad  Shalallahu ‘Alaihi Wassallam  dan mendengarkan keterangan beliau, pastilah mereka akan membunuhnya. Samar-samar  ia memperoleh petunjuk kediaman Nabi Muhammad. Pada suatu pagi, lelaki itu, Abu Dzar Al-Ghifari, pergi ke tempat tersebut. Didapatinya Rasulullah  Shalallahu ‘Alaihi Wassallam  sedang duduk seorang diri. “Selamat pagi, wahai kawan sebangsa.” “ Wa alaikum salam , wahai sahabat,” jawab Rasulullah. “Bacakanlah kepadaku hasil gubahan Anda!” “Ia bukan syair hingga dapat digubah...