Langsung ke konten utama

DAKWAH DI PERANCIS

markazriiwn(gambar sebelah markaz raywind pakistan)
Abdul Basith Nasution > Kargozari Dakwah
Kisah dakwah di Perancis pd zaman hadratzi Maulana yusuf..
Suatu hr raja arab ingin mmbli tanah di franc utk membangun sebuah mesjid.Lalu raja mengirim sebuah surat kpd presiden franc..
Jwban presiden franc kpd raja,bisa wahai raja..
Asalkan siapkan tanah jg bwt saya di arab utk membangun gereja..
Raja faisal katakan wahai presiden jika gereja di bangun di arab mk ini akan mmbwt kemarahan umat islam diseluruh dunia…
Mk presiden franc jg mnjwb bgt jg di franc,jk dibangun gereja bs mmbwt kemarahan umat nasrani di franc…
Mk hal ini diketahui oleh maulana yusuf..
Lalu ada seorg mahasiswa yg bernama sana’ Allah,dia org yg terpintar diseluruh universitas di india..
Mk maulana yusuf mmanggil org tsb..
Hai sana’ Allah apakah kau org pintar..???
Ya Maulana saya org pintar…
jika kau mengaku org pintar bwtlah Dakwah kt maulana…
Maka sana’ Allah dpt takazah utk dakwah ke franc..
Selama di markas nizamuddin sana Allah trus bertanya kpd maulana…
Wahai maulana bgmn caranya…??
Maulana hanya katakan Gunakanlah kepintaranmu krn engkau sudah mengaku org yg pintar…
Setelah sana’Allah smpai di franc,dia mnginap disatu apartemen N ia jg bingung bgmn cr bs bertemu org2 islam..
Mk dia lht ada sebuah buku tlp…
ia tlp nama2 yg berbaur islam utk mngadakan jord…
Lalu bnyklah yg dtg sktr ratusan org,tetapi sdktpun tdk paham apa mksd yg dikatakan sana’ Allah..
dr ratusan itu pengikutnya cm 10 org…
Selama 3 thn menempa iman barulah bs khuruj 3 hr..
N pengikutnyapun bnyk bertambah..
Lalu presiden franc mmberikan tanah dgn cuma2 kpd org islam utk dibngun mesjid..
Stelah itu sana’Allah hrus kembali ke india utk karghujari dgn maulana yusuf..
Sana’Allah hanya 1 bln brsama maulana yusuf stelah itu maulana yusuf wafat…
Shingga hadrazi diganti dgn maulana innamul hasan..
Slama di india sana’Allah silaturahmi N mentasykil salah satu dosen yg sngat anti dgn tabligh..
Sana’Allah katakan wahai profesor engkau mw mndptkan gelar prof engkau mncoba suatu riset sehingga engkau mndpt gelar prof..
Apa salahnya klu engkau mncoba hal ini..???
ayolah prof engkau sudah sngt tua apa salahnya mncoba…
Mk prof pun dtg dihari jaulah..
Tetapi prof mnt kpd sana’Allah utk jaulah dluar..
mk di ijinkanlah…
Stelah jaln 3 langkah mk prof lgsg katakan Allahu akbar BESAR..BESAR..B?ESAR
Sana’Allah tanya apa yg besar ya prof…???
Prof jwb;Subhanallah? br aku jln 3 langkah Allah SWT mmperlhtkan kpdku sungguh besar pahala org yg bwt jaulah..
Shingga prof tak sanggup lalu uluh hatinya pecah krn besarnya pahala itu…
Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun
Stelah 3 thn di india Sana’Allah dpt takazah utk ke franc dgn bw jama’ah…
Lalu sana’Allah brgkt ke france dgn jumlah jam’ah 10 org..
Smpai di airport franc mrk lgsg sholat ditengah lapangan airport..
Tetapi para awak N pramugari airport katakan maaf pak kt sudah siapkan mesjid di airport ini…
Alangkah sngt terkejutnya sana’allah bgt mlihat mesjid yg ratusan org antri utk mlksanakan sholat..
Sana’Allah bertanya kpd seorg imam mesjid..
Wahai bpk knp sangat ramai org2 yg sholat..??
Imam katakan dahulu 6 thn yg lalu ada seorg anak muda yg brnama sana’Allah..
Dia bwt suatu usaha dakwah di franc…
Asbab dia skrg ini mesjid2 di franc berjumlah 3000 mesjid..
Karghujari from:Maulana Khalilullah pikirman Nizamuddin..
1 Februari pukul 16:44 ? Suka ? Ikuti Kiriman ? Laporkan
16 orang menyukai ini.
Selamet Riyadi
alhmdllh ketika di jepang dulu Allah pertemukan kami dgn prof.sanaullah.beliau sering di sebut sbgai FATHUL FRANCE
1 Februari pukul 19:11 ?
Abdul Basith Nasution
Subhanallah bs ktemu dgn beliau…
Beliau pesan agar karghujari ini sampaikan kpd seluruh jama’ah…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Zaman Perayaan Kebodohan

Zaman Perayaan Kebodohan Di zaman serba cepat ini, kebodohan bukan lagi musuh. Ia justru dirayakan, dibagikan, bahkan dijadikan identitas. Dalam The Death of Expertise, Tom Nichols mencatat fenomena meningkatnya kepercayaan diri publik dalam isu-isu kompleks yang sebenarnya mereka tidak pahami. Menurutnya, kebodohan kini tidak lagi disembunyikan, tapi diklaim sebagai bentuk “kebebasan berpikir”. Sedangkan Neil Postman dalam Amusing Ourselves to Death menyebut bagaimana hiburan telah merusak kedalaman berpikir publik. Bauerlein menambahkan, anak muda lebih memilih scrolling dibanding membaca buku, walau akses terhadap ilmu sudah terbuka lebar. Di dunia digital saat ini, kita terbiasa melihat seseorang bicara panjang soal sains, ekonomi, bahkan filsafat, padahal baru saja menonton video berdurasi 30 detik. Komentar-komentar yang yakin tapi kosong memenuhi kolom diskusi. Tidak ada proses berpikir, hanya pengulangan tren. Anehnya, ini tidak dianggap masalah. Malah sering dipuji: “Setidakny...

Perjuangan Kaum Dalam Merubah Nasib

Macam - macam Perjuangan Suatu Kaum (dalam rangka berusaha merubah nasib suatu kaum itu sendiri)  Hanya satu yang sesuai Kehendak Pembuat Kaum, Kehendak Pembuat dunia & sesuai Uswah yang seharusnya. Yaitu : Islam ala Minhajjun Nubuwah (Mendapatkan Ridho Allah itu, dengan meniru dengan baik kepada Kaum Muhajirin & Anshor (taba'uhum bil ihsanin, Rodiyaullahuanhum wa Rodu'anh)) (catatan : Dulu..., kampung Indonesia pernah akan berjuang merubah nasib dengan cara Nasionalisme, Agama dan Komunisme sekaligus!!!! (NaSaKom)) Berikut ini adalah macam-macam cara suatu kaum dalam merubah nasib secara berjama'ah dengan cara dan pemikirannya sendiri, tidak sesuai dengan cara Allah melalui Rasulullah SAW : 1. Konservatisme Sebuah filsafat politik yang mendukung nilai-nilai tradisional. Istilah ini berasal dari kata dalam bahasa latin, conservāre, melestarikan; "menjaga, memelihara, mengamalkan". Karena berbagai budaya memiliki nilai-nilai yang mapan dan berb...

Belajar dari Sahabat Abu Dzar Al-Ghifari

Belajar dari Sahabat Abu Dzar Al-Ghifari IA   datang ke Makkah sambil terhuyung-huyung, namun sinar matanya bersinar bahagia. Ia memasuki kota dengan menyamar seolah-olah hendak melakukan  thawaf  mengelilingi berhala-berhala di sekitar Ka’bah, atau seolah-olah musafir yang sesat dalam perjalanan, yang memerlukan istirahat dan menambah perbekalan. Padahal seandainya orang-orang Makkah tahu bahwa kedatangannya itu untuk menjumpai Nabi Muhammad  Shalallahu ‘Alaihi Wassallam  dan mendengarkan keterangan beliau, pastilah mereka akan membunuhnya. Samar-samar  ia memperoleh petunjuk kediaman Nabi Muhammad. Pada suatu pagi, lelaki itu, Abu Dzar Al-Ghifari, pergi ke tempat tersebut. Didapatinya Rasulullah  Shalallahu ‘Alaihi Wassallam  sedang duduk seorang diri. “Selamat pagi, wahai kawan sebangsa.” “ Wa alaikum salam , wahai sahabat,” jawab Rasulullah. “Bacakanlah kepadaku hasil gubahan Anda!” “Ia bukan syair hingga dapat digubah...